Minggu, 17 Februari 2013

pengobatan panas sawan

Ciri-ciri Sawan Demam

* Berlaku pada kanak-kanak berumur antara 6 bulan hingga 5 tahun
* Berlaku ketika demam panas
* Biasanya membabitkan kedua-dua kaki dan tangan
* Sawan tidak melebihi 15 minit
* Tiada kesan sampingan seperti lemah sebahagian badan (kecuali kes sawan demam kompleks)


Tindakan

Pastikan anak berada di kawasan selamat, jauh daripada perabot. Ini bagi mengelakkan kecederaan jika tangan atau kaki terkena perabot. 

Palingkan mukanya ke kiri atau kanan supaya saluran pernafasan tidak tersumbat akibat lidah yang jatuh ke belakang atau air liur. 

Jika anak sedang makan, keluarkan makanan daripada mulut

Jangan masukkan sudu, jari atau apa-apa benda ke mulutnya. Ini tidak membantu mengelaknya tergigit lidah, sebaliknya boleh menyebabkan kecederaan dalam mulut. 

Jika demam, basahkan badan anak dengan air paip untuk menurunkan suhu. Elak menggunakan ais kerana ini menyebabkan suhu naik semula selepas kesan ais hilang. 


Bawa ke hospital atau klinik terdekat jika : 

* Kali pertama anak mengalami sawan
* Sawan tidak membabitkan kedua-dua tangan dan kaki
* Sawan berterusan lebih 15 minit
* Anak tidak sedar sepenuhnya selepas sawan berhenti
* Anggota badan anak kelihatan lemah selepas sawan
* Jika ubun masih terbuka, ia menjadi keras atau bengkak 
* Sawan berlaku tanpa demam
* Sawan berlaku selepas jatuh atau terhantuk
* Anak tidak suka melihat cahaya atau menangis tanpa henti
* Anak mempunyai kelewatan perkembangan serta tanda pada kulit

Rawatan 

Biasanya doktor akan memberi oksigen serta ubat untuk menghentikan sawan. Doktor juga memberi ubat demam dan membasahkan badan anak untuk mengurangkan demam. 


Rawatan sawan demam tidak membabitkan pengambilan ubat berpanjangan, 
sebaliknya ibu bapa dinasihati memberi ubat demam setiap 6 jam dan membasahkan badan supaya suhu badan tidak naik terlalu tinggi. 

Dalam kes tertentu, ibu bapa juga mungkin diberi ubat untuk memberhentikan sawan jika ia masih berlaku. 

Oleh kerana masalah sawan demam biasanya faktor keturunan, kemungkinan mendapat anak yang mengalami sawan demam bertambah jika ibu bapa atau adik beradik pernah mengalami masalah sama.

Senin, 11 Februari 2013

manfaat bayi sendawa

Setelah minum susu, biasanya bayi bersendawa sambil gumoh atau mengeluarkan susu dari mulutnya. Beberapa bayi gumoh sedikit, beberapa bersendawa disertai tumpahan susu cukup banyak.

Apa yang terjadiSendawa terjadi karena di ujung akhir saluran pencernaan terdapat sebuah otot yang secara fisiologis berfungsi mengatur agar isi perut tidak mengalir keluar kembali, disebut mekanisme ventil. Pada bayi, mekanisme  ini sudah berfungsi meski belum 100%.  Itu sebabnya, saat bersendawa bayi mengeluarkan kembali sedikit susu yang baru diminumnya,  secara medis disebut reflux.

Apa yang dilakukan? Jika tumbuh kembang bayi tetap berjalan baik, dan dia tidak merasa terganggu oleh reflux yang dialaminya, maka kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika sendawa sangat sering terjadi, lalu diikuti dengan muntahan susu yang banyak, atau setelah minum susu bayi terlihat gelisah, maka ada kemungkinan ia mengalami gangguan pencernaan yang memerlukan pemeriksaan dokter anak.  Cara mengatasi terjadinya reflux adalah memberikan makanan dalam porsi yang sedikit-sedikit, dan menjaga kebersihan pakaian bayi dengan cara memasakan bib saat ia minum susu atau makan. Menaruh bantal di bawah kepala bayi ketika ia tidur juga bisa membantu mengurangi reflux. 

perkembangan bayi usia 0 - 3 bulan

Perkembangan panca indera berbeda di setiap tahapan usia. Ini yang terjadi pada panca indera bayi 0-3 bulan. 

Penglihatan: bayi baru lahir umumnya dapat menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri, namun proses penglihatannya masih terbatas. Jarak pandangnya baru mencapai 30cm, dan ini merupakan jarak yang sesuai baginya untuk mengenali wajah Anda saat menyusuinya. Kemampuannya akan bertambah di usia 6 minggu, dia dapat melihat obyek benda yang dipindahkan dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya.

Pendengaran: sejak dilahirkan, bayi sering terlihat kaget bila ada suara bernada tinggi atau keras disekitarnya. Tetapi dia belum mampu fokus terhadap asal sumber suara.  Pada usia 2 bulan, dia mulai merespon senyum dan suara Anda. Dia juga mulai bisa diajak ngobrol , menirukan suara bayi atau baby talk dapat menstimulasi penglihatan, pendengaran dan verbalnya.

Peraba: Beberapa saat setelah persalinan, indera peraba bayi langsung beradaptasi dengan suhu ruangan, saat itulah dia dihadapkan dengan perasaan dingin untuk pertama kalinya, begitu juga dengan perubahan suhu ketika menyusu di payudara Bunda serta saat mulai mengenakan pakaian. Namun, dia juga bisa merasa tidak nyaman bila pakaian yang membungkusnya terlalu tebal dan tidak menyerap keringatnya. Di samping itu, sentuhan sangat penting untuk bayi, melalui sentuhan dia akan belajar banyak tentang lingkungan barunya. Bayi tahu bahwa dia dicintai dan diperhatikan ketika mereka dipegang, dipeluk dan dicium. 

Pengecap dan Penciumankedua  indera ini memiliki kaitan yang erat. Bayi baru lahir akan memilih ke arah bau yang disukainya dan berpaling dari bau yang tidak dia suka. Dia juga mulai belajar mengenal rasa manis pada ASI.

resiko telat melahirkan


  • Penurunan fungsi plasenta yang dapat menyebabkan bayi mengalami kelaparan di dalam rahim, karena pasokan oksigen dan nutrisi akan berkurang secara perlahan. Bila fungsi plasenta berkurang, berarti terjadi masalah pada  asupan nutrisi untuk janin dalam kandungan. Risiko terburuk dari kondisi ini terhadap janin adalah pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat. Sehingga saat lahir, bayi akan mengalami masalah gizi sehingga diperlukan pemantauan secara berkala.
  • Penurunan volume cairan amnion atau air ketuban yang akan menyebabkan kondisi gawat janin. Kondisi ini membutuhkan tindakan penanganan secepatnya untuk mengeluarkan janin dari dalam kandungan.
  • Peningkatan risiko proses kelahiran karena bayi yang lewat waktu umumnya harus segera dikeluarkan dari dalam perut ibunya dan proses persalinan dilakukan melalui operasi Caesar yang tergolong berisiko tinggi. Selain itu, karena kerap terjadi komplikasi, proses persalinannya menjadi semakin tinggi risikonya.
  • Peningkatan risiko bayi meninggal di dalam rahim (still birth) sehingga ketika dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal. Risikonya antara 4-7 dari 1.000 bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan lebih dari 42 minggu. Keadaan ini terjadi karena fungsi plasenta tidak optimal dan cairan amnion mengalami pengurangan volume. Hal inilah yang menyebabkan bayi lewat waktu menjadi berisiko meninggal di dalam rahim.
  • Peningkatan kemungkinan bayi menelan dan menghirup mekonium pada saat proses persalinan yang dapat mengakibatkan komplikasi pada saluran pernapasan dan infeksi setelah bayi lahir. Bila bayi menelan cairan mekonium, bayi akan mengalami gangguan pada fungsi paru-parunya serta mengalami gejala kesulitan bernapas, yang disebut asfiksia.
  • Peningkatan kemungkinan bayi mengalami trauma persalinan karena sulit dilahirkan. Bayi yang lewat waktu berisiko mengalami kesulitan pada saat proses persalinan, baik persalinan secara spontan (alami) maupun persalinan dengan tindakan Caesar. Ini terjadi karena sejak di dalam kandungan bayi sudah mengalami gangguan, termasuk gangguan pada organ-organ vital, terutama paru-paru yang menyebabkan bayi mengalami kesulitan bernapas.
  • Peningkatan risiko bayi menderita kelainan palsi serebral yaitu kelainan fungsi otak besar dan otak kecil yang mengakibatkan fungsi perintah gerakan anggota tubuh terganggu.
Bila bayi lahir lewat waktu:
  • Ukuran tubuhnya lebih besar dari normal dan berat tubuhnya di atas rata-rata bayi yang lahir mendekati kihttp://kumpulanartikelanakjenius.blogspot.comsaran waktu yang diperkirakan. Memang kondisi ini tidak selalu terjadi, risiko lahir dengan ukuran tubuh lebih besar akan meningkat bila ibu menderita diabetes.
  • Kulitnya kehilangan lapisan lemak pelindung  yaitu lapisan lemak tipis vernix caseosa, pelindung kulitnya selama di dalam rahim. Ini menyebabkan kulit bayi jadi mengering, berkerut, pecah-pecah dan mengelupas.
  • Kuku jari-jari tangan bayi baru dan kakinya panjang  yang menyebabkan bayi lebih berisiko untuk terluka dan tergores kulitnya. Karena itu, begitu lahir kedua tangan bayi segera diberi sarung tangan bayi untuk mencegah agar kulit wajahnya tidak tergores kukunya. Setelah bayi berumur beberapa hari, Anda dapat memotong kukunya dengan hati-hati.

aturan pemberian makan bayi


  • Membuat pure sendiri dianggap lebih baik dibanding pure kemasan. Membuat pure sendiri memang lebih baik karena bahan segar, terjamin kualitasnya dan hemat. Namun tidak ada salahnya beri anak makanan kemasan. Hanya saja ada hal yang perlu diperhatikan saat memilih kedua makanan tersebut.  Pastikan semua bahan makanan dan  perlengkapan masak bersih saat buat pure. Dan pilih makanan kemasan yang hanya mengandung  bahan makanan asli, tanpa tambahan bahan lain seperti gula, garam dan penyedap rasa. Jangan alpa untuk mengecek tanggal kadaluarsa.
  • Mengenalkan sayur lebih dulu sebelum buah. Anggapan ini bermuara dari kenyataan bahwa manis adalah rasa yang paling mudah diterima dan disukai oleh manusia sejak lahir.  Anak akan menolak sayur yang rasanya hambar,  jika ia mengenal rasa buah lebih dulu. Namun tak masalah mengenalkan anak sayur atau buah lebih dulu asal tahu triknya.  Misal, dengan memberi sayuran yang rasanya cenderung manis, seperti wortel, kentang dan labu siam. Untuk anak usia di atas 1 tahun siasati dengan merebus sayur dan sedikit gula. Saat mengenalkan makanan baru,  Anda harus bersabar, karena bayi butuh 15-20 kali mencoba sebelum akhirnya menerima makanan baru. Saat anak mulai suka pada salah satu  makanan, bubuhi makanan tersebut dengan bahan makanan baru. 
  • Tunggu sampai bayi berusia 1 tahun untuk mengenalkan telur, ikan dan selai kacang. Ketiga bahan makanan tersebut disinyalir pemicu alergi paling besar pada bayi. Namun menurut American Academic of Pediatrics (AAP), tidak ada bukti gangguan itu jika dalam keluarga tak memiliki sejarah alergi makanan. Hanya saja masa pemberiannya harus sesuai dengan kemampuan pencernaan anak. Telur sebaiknya diberikan saat anak usia 8 bulan dan hanya boleh makan kuningnya. Di usia itu anak juga sudah boleh makan ikan, seperti salmon dan tenggiri. Sedangkan selai kacang sebaiknya diberikan saat anak di atas 1 tahun. Beri anak selai kacang dengan cara mengoleskan  tipis-tipis pada roti  agar ia tidak tersedak. 
  • Makanan padat pertama yang harus diberikan pada bayi adalah bubur beras.Sejak dulu, bubur beras menjadi pilihan utama makanan pertama anak. Pasalnya terbukti aman dan tidak berisiko memicu alergi.  Namun, bukan berarti Anda tidak boleh memilih bahan makanan lain. Anda bisa coba Pure Bit Ceri atau Sup Bihun Gabus atau pure brokoli dengan campuran daging merah yang kaya kandungan zat besi.
  • Tidak butuh susu. Academy of Pediatrics (AAP) tidak menganjurkan susu sapi pada bayi usia kurang dari 12 bulan. Susu sapi memang bukan minuman paling sempurna yang ada di muka bumi. Tapi juga bukan minuman yang perlu dipandang negatif. Jika bayi sudah berusia 1 tahun, Anda dapat memberinya susu sapi. Susu juga merupakan salah satu sumber protein, lemak  dan kalsium utama bagi manusia yang terbukti aman. 
  • Anak yang menentukan jadwal makan. Di awal kehidupannya, bayi yang menentukan kapan ia harus menyusu. Hal itu bermanfaat untuk anak mengenali rasa lapar dan kenyang. Namun, saat bayi masuk usia 8 bulan ke atas, giliran Anda yang pegang kendali mengatur jadwal makan. Jika Anda tidak mengatur jadwal makan dan terus-menerus memberinya kudapan, saat tiba waktu makan yang sebenarnya ia sudah tidak merasa lapar lagi. 
Pertahankan  ini!
  • Mengenalkan makanan padat mulai usia 6 bulan. Hal ini berkaitan dengan kesiapan sistem pencernaan bayi untuk menerima makanan selain ASI. Mengenalkan makanan padat sebelum usia 6 bulan dapat menimbulkan risiko anak terkena alergi, gangguan pencernaan, timbulnya gas dan konstipasi.
  • Menunggu  3 hari setelah mengenalkan makanan baru sebelum beralih ke makanan lainnya. Ini untuk memberi kesempatan pada bayi  beradaptasi terhadap rasa makanan baru. Selama waktu itu Anda dapat memantau  reaksi tubuhnya  terhadap bahan makanan yang baru pertama kali dikonsumsinya.
  • Memberi finger food di usia yang tepat.  Tandanya adalah saat anak mulai bisa mengambil benda dengan cara menjumput dengan jarinya. Ia juga mulai tertarik  mengambil makanan menggunakan tangannya  dan memasukkannya  ke dalam mulutnya dengan baik.
  • Jangan beri madu dan susu sapi murni sebelum bayi 1 tahun. Susu sapi murni untuk anak kurang dari 1 tahun dapat menyebabkan anak kekurangan zat besi. Namun, jangan takut untuk sesekali memberikan yogurt dan keju saat anak mulai konsumsi makanan padat. Sementara itu, madu untuk bayi di bawah usia 1 tahun dapat menyebabkan penyakit botulisme, yakni keracunan makanan yang sangat serius.

resep makanan bayi

Pure Jagung Avokad

Ayahbunda Resep Makanan Bayi
100 gram avokad mengandung 217 Kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekali makan bayi yang baru belajar makan. Berikan untuk si 9-12 bulan.

Bahan: 
100 gram jagung manis.
100 gram avokad.
50 ml susu cair/ASI

Cara membuat: 
  1. 100 gram jagung manis, disisir dan rebus hingga matang.
  2. Haluskan bersama avokad dan 50 ml jus jeruk.
  3. Tambahkan 50 ml susu cair, aduk rata. Tuang ke dalam mangkuk.
Untuk 2 porsi

Nilai Gizi (per porsi)
Energi: 92 Kalori
Protein: 3 gram
Lemak: 2 gram
Karbohidrat: 19 gram

penyebab bayi sulit tidur


Demam, meski tidak selalu tanda adanya penyakit, demam bisa berarti gejala adanya infeksi telingaradang tenggorokan. Bila bayi sering menggosok atau menarik telinganya, pertanda dia mengalami infeksi telinga. Bila bayi enggan menyusu, pertanda dia mengalami radang pada rongga mulutnya. Atasi dengan:
  • Beri obat penurun panas atau paracetamol yang diresepkan oleh dokter.
  • Kompres tubuh anak dengan air hangat. Caranya; ukur suhu tubuh bayi, kemudian siapkan air hangat 1°C lebih tinggi dari suhu tubuh bayi. Kemudian kompreslah menggunakan handuk kecil.
Tumbuh gigi pada bayi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit pada gusi bisa mengganggu tidur bayi. Atasi dengan: Pijatlah gusi dengan lembut. Cuci tangan Anda lebih dulu dengan menggunakan air dan sabun pencuci tangan, bukan gel pembersih tangan. Keringkan dengan lap  kertas hingga tangan Anda benar-benar kering. 

Kolik, penyebabnya belum diketahui hingga kini. Gejalanya adalah perut kembung dan keras serta biasanya bayi menangis sambil menarik kakinya ke arah perut.   Rasa sakit yang disebabkan oleh kolik ini bisa membuat bayi menangis sepanjang malam dan mengganggu tidurnya. Atasi dengan: 
  • Gendong bayi dengan posisi telungkup, sangga perutnya dengan tangan Anda.
  • Bungkus bayi seperti membedongnya. Awalnya dia akan menangis keras, tapi akan segera mereda.
  • Pangku bayi, kemudian goyangkan kedua kaki Anda perlahan, berirama dan terus menerus sampai bayi tertidur.
  • Berikan ASI terus bila bayi masih mengonsumsi ASI. Bila dia menolak menghisap puting, berikan jari tangan Anda untuk dihisap.
  • Ucapkan “ssshhh…ssshhhh” di dekat telinga bayi untuk mengimbangi tangisnya. Bunyi “ssshh” sama seperti bunyi yang dia dengar selama di dalam rahim.
Terlalu banyak rangsang. Bermain “heboh” di siang hari, musik riang yang terus menerus diperdengarkan, lampu kamar yang terang benderang, suara televisi di ruang keluarga yang terdengar sampai ke kamar bayi, merupakan rangsang yang berlebihan sehingga menyulitkan bayi untuk tidur.  Atasi dengan:
  • Lakukan pijat ringan pada tubuh bayi untuk melancarkan sirkulasi darah.
  • Bersihkan tubuh bayi dengan air hangat, ganti popok dan pakaiannya.
  • Matikan TV, redupkan lampu kamar, putar musik yang sangat lembut.
Perubahan kebiasaan. Bayi sangat peka terhadap perubahan kebiasaan. Bayi yang biasanya tidur bersama Anda, kemudian pindah ke tempat tidurnya sendiri, kemungkinan akan mengalami sulit tidur.  Atasi dengan: Latih anak untuk tidur di tempat tidurnya sendiri secara bertahap. Awalnya, tidurkan bayi di tempat tidur Anda, kemudian setelah lelap pindahkan ke tempat tidurnya sendiri.  Jika ia bangun dan menangis, tenangkan dengan menepuk-nepuknya dengan lembut untuk memastikan Anda berada di dekatnya.